CARA MEMBUAT LATAR BELAKANG PROPOSAL PENELITIAN

Pengertian Latar Belakang Penelitian

Latar belakang penelitian adalah bagian penting dalam sebuah karya ilmiah, proposal, maupun skripsi. Bagian ini berfungsi untuk menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, apa masalah yang terjadi, bagaimana kondisi faktual di lapangan, serta mengapa topik tersebut penting untuk diteliti. Tanpa latar belakang yang kuat, penelitian akan terlihat tidak memiliki arah dan kurang meyakinkan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas langkah-langkah sederhana untuk menyusun latar belakang penelitian yang rapi, logis, dan mudah dipahami.

Contoh Judul: 

UJI ORGANOLEPTIK MASKER WAJAH ALAMI BERBAHAN DASAR TEPUNG KENTANG

1. Mulai dengan Gambaran Umum (General Overview)

Pada tahap awal, peneliti memperkenalkan topik secara umum, misalnya perawatan kulit, perkembangan kosmetik atau produk perawatan wajah alami.

2. Jelaskan Kondisi Faktual atau Fenomena yang Relevan

Selanjutnya, uraikan kenyataan di lapangan, seperti masalah kulit, tingginya minat terhadap masker alami, atau peningkatan penggunaan bahan tradisional.

3. Identifikasi Masalah Spesifik

Masalah spesifik bisa berupa kurangnya penelitian mengenai potensi bahan tertentu, misalnya kentang.

4. Jelaskan Dampak atau Akibat dari Masalah

Bagian ini menjelaskan mengapa topik tersebut penting untuk diteliti.

5. Jelaskan Urgensi Penelitian

Tunjukkan mengapa penelitian ini perlu dilakukan, misalnya karena manfaat kentang atau tingginya minat terhadap masker alami.

Contoh Isi  Paragraf Latar Belakang:

Perawatan wajah adalah salah satu perawatan kulit yang pa-ling penting. Bukan saja karena wajah merupakan bagian tubuh yang sering dilihat, tetapi karena kulit wajah adalah bagian yang paling sensitif dibandingkan kulit bagian lainnya (Nurmalina 2012, 33). Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan wajah salah satunya mengguakan masker wajah.

Produk kosmetik berupa masker wajah sangat banyak dijual di pasaran. Akan tetapi, produk yang diperjual-belikan oleh pabrik tentunya mengandung bahan kimia dan tidak semua orang cocok dengan produk berbahan kimia. Bagi beberapa orang, produk kosmetik yang mengandung bahan kimia malah memberikan efek iritasi terhadap kulit mereka. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang kini beralih ke produk kosmetik alami yang berbahan dari buah-buahan, sayuran, dedaunan, dan umbi-umbian.

Meski banyak bahan alami yang digunakan sebagai masker, masih sedikit penelitian yang mengkaji potensi tepung kentang sebagai bahan dasar masker alami, terutama dari segi organoleptik seperti warna, aroma, tekstur, dan kenyamanan saat digunakan ke kulit wajah.

Apabila tidak dilakukan penelitian mengenai kentang yang berpotensi sebagai bahan masker alami, masyarakat tidak mengetahui kualitas organoleptik masker tepung kentang, sehingga penggunaan bahan alami yang berpotensi baik untuk perawatan kulit tidak dimanfaatkan secara optimal.

Kentang mengandung protein dan serat serta vitamin C, vitamin B, dan zat besi (Krisnawati 2009, 5). Vitamin C sangat berguna karena memiliki kandungan antioksidan yang kuat yang mampu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas. Vitamin C juga mampu meningkatkan kandungan kolagen yang berguna bagi regenerasi kulit (Adisa 2024, 24).

Kurangnya informasi mengenai kualitas organoleptik masker tepung kentang menyebabkan masyarakat belum mengetahui sejauh mana masker tersebut dapat diterima sebagai produk perawatan wajah alami. Oleh karena itu, penelitian mengenai uji organoleptik masker wajah berbahan dasar tepung kentang menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik masker tepung kentang sehingga dapat menjadi alternatif produk kecantikan alami yang aman dan mudah diaplikasikan. Berdasarkan permasalahan yang telah penulis paparkan, maka penulis akan melakukan benelitian yang berjudul “Uji Organoleptik Masker Wajah Alami Berbahan Dasar Tepung Kentang”.


 

Komentar