Pengertian Latar Belakang Penelitian
Latar belakang penelitian adalah bagian penting dalam sebuah karya ilmiah, proposal, maupun skripsi. Bagian ini berfungsi untuk menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, apa masalah yang terjadi, bagaimana kondisi faktual di lapangan, serta mengapa topik tersebut penting untuk diteliti. Tanpa latar belakang yang kuat, penelitian akan terlihat tidak memiliki arah dan kurang meyakinkan.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas langkah-langkah sederhana untuk menyusun latar belakang penelitian yang rapi, logis, dan mudah dipahami.
Contoh Judul:
UJI ORGANOLEPTIK
MASKER WAJAH ALAMI BERBAHAN DASAR TEPUNG KENTANG
1. Mulai dengan Gambaran Umum (General Overview)
Pada tahap awal, peneliti memperkenalkan topik secara umum, misalnya perawatan kulit, perkembangan kosmetik atau produk perawatan wajah alami.
2. Jelaskan Kondisi Faktual atau Fenomena yang Relevan
Selanjutnya, uraikan kenyataan di lapangan, seperti masalah kulit, tingginya minat terhadap masker alami, atau peningkatan penggunaan bahan tradisional.
3. Identifikasi Masalah Spesifik
Masalah spesifik bisa berupa kurangnya penelitian mengenai potensi bahan tertentu, misalnya kentang.
4. Jelaskan Dampak atau Akibat dari Masalah
Bagian ini menjelaskan mengapa topik tersebut penting untuk diteliti.
5. Jelaskan Urgensi Penelitian
Tunjukkan mengapa penelitian ini perlu dilakukan, misalnya karena manfaat kentang atau tingginya minat terhadap masker alami.
Contoh Isi Paragraf Latar Belakang:
Perawatan wajah adalah salah
satu perawatan kulit yang pa-ling penting. Bukan saja karena wajah merupakan
bagian tubuh yang sering dilihat, tetapi karena kulit wajah adalah bagian yang
paling sensitif dibandingkan kulit bagian lainnya
Produk kosmetik berupa
masker wajah sangat banyak dijual di pasaran. Akan tetapi, produk yang diperjual-belikan
oleh pabrik tentunya mengandung bahan kimia dan tidak semua orang cocok dengan
produk berbahan kimia. Bagi beberapa orang, produk kosmetik yang mengandung
bahan kimia malah memberikan efek iritasi terhadap kulit mereka. Oleh karena
itu, banyak masyarakat yang kini beralih ke produk kosmetik alami yang berbahan
dari buah-buahan, sayuran, dedaunan, dan umbi-umbian.
Meski banyak bahan alami
yang digunakan sebagai masker, masih sedikit penelitian yang mengkaji potensi
tepung kentang sebagai bahan dasar masker alami, terutama dari segi
organoleptik seperti warna, aroma, tekstur, dan kenyamanan saat digunakan ke
kulit wajah.
Apabila tidak dilakukan penelitian
mengenai kentang yang berpotensi sebagai bahan masker alami, masyarakat tidak
mengetahui kualitas organoleptik masker tepung kentang, sehingga penggunaan
bahan alami yang berpotensi baik untuk perawatan kulit tidak dimanfaatkan
secara optimal.
Kentang mengandung protein
dan serat serta vitamin C, vitamin B, dan zat besi
Kurangnya informasi mengenai
kualitas organoleptik masker tepung kentang menyebabkan masyarakat belum
mengetahui sejauh mana masker tersebut dapat diterima sebagai produk perawatan
wajah alami. Oleh karena itu, penelitian mengenai uji organoleptik masker wajah
berbahan dasar tepung kentang menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik masker tepung kentang
sehingga dapat menjadi alternatif produk kecantikan alami yang aman dan mudah
diaplikasikan. Berdasarkan permasalahan yang telah penulis paparkan, maka
penulis akan melakukan benelitian yang berjudul “Uji Organoleptik Masker Wajah
Alami Berbahan Dasar Tepung Kentang”.
Komentar
Posting Komentar